0 komentar
Memiliki kondisi tanah yang relatif subur, Kabupaten Temanggung ternyata mampu menghasilkan produk komoditas di sektor pertanian yang cukup melimpah. Salah satunya saja seperti potensi ubi talas yang mulai diolah menjadi beragam jenis makanan ringan dengan cita rasa yang gurih dan juga renyah. Di daerah ini, ubi talas diolah warga Kelurahan Manding menjadi camilan keripik, sedangkan di Kelurahan Purworejo (Kabupaten Temangggung) ubi-ubi tersebut diolah menjadi stik talas yang sekarang ini keduanya telah merambah luar daerah. Seperti misalnya Purwokerto, Yogyakarta, Kudus, Denpasar, Cilegon, dan lain sebagainya. Potensi Kopi Temanggung Dikenal sebagai salah satu penghasil tanaman kopi terbesar di Provinsi Jawa Tengah, Kabupaten Temanggung memiliki potensi kopi kualitas ekspor. Beberapa kecamatan penghasil kopi di Daerah Temanggung yang cukup terkenal antara lain Kecamatan Candiroto, Kandangan, Bejen, Jumo dan Kecamatan Wonoboyo. Kebanyakan petani di daerah tersebut lebih memilih menjual hasil panennya dalam bentuk biji dibandingkan kopi bubuk. Kondisi tersebut disebabkan oleh minimnya modal dan keterampilan petani dalam mengolah kopi, karena menjual kopi dalam bentuk bubuk membutuhkan modal, tenaga, dan proses pengolahan yang lebih lama. Potensi Bisnis Ternak Sapi dan Domba Selain sektor pertanian, potensi bisnis yang cukup menjanjikan di Daerah Temanggung adalah usaha ternak sapi dan domba. Peluang bisnis ini memiliki prospek yang cukup cerah dan bernilai ekonomi tinggi manakala dikelola secara baik dan benar. Menurut hasil pemantauan di lapangan, sekarang ini rata-rata masyarakat khususnya di pedesaan sekitar Kabupaten Temanggung lebih memilih usaha ternak sapi dan domba untuk menambah penghasilan mereka setiap bulannya. Kerajinan Gerabah Tanah
Tak hanya memiliki tekstur tanah yang cukup subur, Kabupaten Temanggung ternyata juga memiliki persediaan tanah liat yang cukup banyak. Tidak heran bila di Kabupaten Temanggung sendiri bisa kita temukan beberapa sentra penghasil gerabah tanah. Seperti misalnya di Desa Tegowanuh Kecamatan Kaloran dan Desa Kundisari Kecamatan Kedu yang menghasilkan kreasi kerajinan gerabah tanah yang meliputi pot bunga, kwali, tungku, blengker, mebel tanah liat, serta beberapa mainan berbentuk kodok dan binatang lainnya. Sedikitnya sekarang ini ada sekitar 158 unit usaha gerabah tanah di Kabupaten Temanggung yang setiap tahunnya mampu memproduksi 105.000 buah kerajinan gerabah tanah. Melihat Kabupaten Temanggung potensi bisnisnya kian melambung, tidak menutup kemungkinan bila kedepannya kondisi perekonomian di daerah tersebut semakin hari kian meningkat dan kesejahteraan masyarakat setempat juga diharapkan turut terangkat. Maju terus UKM Indonesia dan salam sukses! Motensi Mengembalikan Kejayaan Tembakau
Temanggung sebagai negeri tembakau memang benar adanya, kita bisa mengulas dari cerita-cerita orang tua, dulu setelah panen tembakau orang-orang di daerah lereng gunung sumbing sindoro ini mampu membeli mobil dan motor baru,dulu waktu panen tembakau tidak ada kata-kata orang menderita, semua senang. Bahkan banyak pula pedagang dari luar kota yang menjajakan jualannya di Temanggung. Sebagai contoh pedagang dari sekitar daerah Solo yang mengaku bisa mendapatkan hasil ratusan ribu perhari waktu musim tembakau pada tahun 90an. Bisa dibayangkan betapa berkah dari tembakau itu tidak hanya dinikmati oleh para petani tembakau saja. Bahkan orang yang dari luar kota pun ikut menikmatinya, para pekerja pabrik tembakau yang jumlahnya ratusan ribu orang, Negara dari cukainya. Lantas kenapa orang-orang takut menanam tembakau? Temanggung itu negeri TEMBAKAU, Tembakaulah yang menghidupi orang-orang sebelum kita, nenek moyang kita. Mari kita majukan bisnis Temanggung dengan berbagai macam kreatifitas kita dan tentunya juga jangan meninggalkan ciri khas dari asal kita. Sumber gambar : 1. http://www.temanggungkab.go.id/images/img/stik1.jpg 2. http://images.detik.com/content/2013/01/07/1383/135337_pasar2.jpg IDE BISNIS: sumber : http://bisnisukm.com/kabupaten-temanggung-potensi-bisnisnya-kian-melambung.html dengan ada perubahan sedikit dari penulis.



Komentar
Posting Komentar