Transmigrasi di Daerah Perbatasan untuk Kembangkan Potensi Ekonomi

Transmigrasi di Daerah Perbatasan untuk Kembangkan Potensi Ekonomi

TRIBUN PONTIANAK/Galih Nofrio Nanda
Foto anggota Yonif 641 Raider memeriksa patok A54 yang merupakan penanda batas Indonesia-Malaysia di Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat beberapa waktu lalu. 
 Menteri Desa, PembangunanDaerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT), Marwan Jafar mengakui tingginya potensi ekonomi di berbagai kawasan tertinggal, termasuk daerah perbatasan.
Menurutnya, potensi tersebut dapat dikembangkan, selama program transmigrasi dapat berjalan dengan baik.
"Ada banyak potensi ekonomi yang ditemukan di daerah-daerah tertinggal. Baik potensi di bidang perkebunan atau bidang pertanian, sangat disayangkan kalau potensi ini dibiarkan begitu saja," ujarnya, di Jakarta, (26/1/2016).
Menteri Marwan memastikan telah membuat indeks promosi transmigrasi untuk daerah perbatasan.
Hal tersebut dilakukan, untuk mengeluarkan daerah tersebut dari kata tertinggal dan menjadi kawasan yang bernilai ekonomi tinggi.
"Terdapat 41 Kabupaten yang berada di daerah perbatasan. Untuk itu, kita telah melakukan promosi agar masyarakat bertransmigrasi ke daerah-daerah tersebut, agar keluar dari ketertinggalan," ungkapnya.
Selain dapat mengembangkan potensi sumberdaya alam di daerah perbatasan, Menteri Marwan mengatakan, transmigran juga dapat memberikan peluang kerja bagi masyarakat lainnya.
Jika daerah perbatasan sudah berkembang, hal ini dapat menarik perhatian masyarakat Indonesia yang bekerja di luar negeri untuk kembali ke Indonesia.
"Dengan adanya kawasan transmigrasi di perbatasan, peluang untuk meningkatkan ekonomi perbatasan semakin tinggi, peluang kerja masyarakat juga akan meningkat. Tentunya ini akan menarik perhatian masyarakat kita yang bekerja di luar negeri untuk kembali ke negara kita,” ujarnya.
Diakuinya, meski anggaran transmigrasi tergolong minim, Menteri Marwan tetap berkomitmen untuk memperjuangkan program tersebut.
"Dalam 15 tahun terakhir, anggaran untuk transmigrasi ini tidak pernah naik bahkan turun. Tapi saya akan tetap berkomitmen untuk program ini," ujarnya.
"Dalam waktu dekat kita akan melakukan hearing untuk membicarakan lagi tentang program-program yang bersentuhan dengan transmigrasi. Capaian transmigrasi harus lebih tinggi," tegas Menteri Marwan.
sumber: TRIBUNNEWS.COM

Komentar