Perkembangan dunia UMKM di Kabupaten Balangan dari
waktu ke waktu terus meningkat, hingga kini ada ratusan pelaku UMKM
dengan berbagai ragam produk yang dihasilkan.
Dengan peningkatan itu geliat pertumbuhan ekonomi skala mikro pun terus tumbuh berkembang, bahkan sudah bisa menyerap ribuan tenaga kerja.
Kepala Bidang Pemberdayaan UMKM pada Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) Balangan M Syamsudinnor mengatakan Disperindagkop Balangan mencatat di Bumi Sanggam ada 1.095 usaha mikro, yang menyerap tenaga kerja sekitar 1.967 tenaga kerja.
Lebih lanjut dikatakannya pertumbuhan UMKM di Balangan mencapai 4-5 persen pertahun. Rata-rata UMKM tersebut bergerak di bidang kerajinan tangan dan pengolahan makanan dengan bahan baku lokal.
“Perkembangan UMKM tidak lepas dari kekayaan bahan baku lokal yang beragam, serta dukungan dari pemerintah,” katanya, Kamis (20/8).
Kabupaten Balangan sendiri menurutnya memiliki beragam komuditas unggulan yang bisa diolah menjadi makanan seperti labu, pisang, gula aren, dan komuditi lainnya.
Dari sekian pelaku UMKM di Balangan setidaknya ada tujuh hasil produksi umum yang dijadikan produk unggulan balangan. Ketujuh produk unggulan tersebut disebutkannya yakni anyaman bamban, kerajinan pelapah pisang, sirup gula habang, gula semut, kerupuk waluh, syirup batumandi, kripik pisang talas.
Menurutnya, ketujuh produk yang dihasil oleh UMKM tersebut kedepannya, akan terus didorong untuk pengembangannya, karena prospeknya sangat bagus.
“Selain kualitas yang dihasilkan, sistem manajemen yang dijalankan para pelaku UMKM juga cukup bagus,” katanya.
Dikatakannya, ketujuh produk unggulan ini akan dijadikan sebagai percontohan bagi para pelaku UMKM lainnya terkait tata cara mengelola dan menjalan sebuah UMKM agar bisa bersaing.
“Pemerintah daerah terus mengoptimalkan pembinaan UMKM guna mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, serta penyerapan tenaga kerja lokal,” pungkasnya.
sumber: tribunnews.com
Dengan peningkatan itu geliat pertumbuhan ekonomi skala mikro pun terus tumbuh berkembang, bahkan sudah bisa menyerap ribuan tenaga kerja.
Kepala Bidang Pemberdayaan UMKM pada Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindagkop) Balangan M Syamsudinnor mengatakan Disperindagkop Balangan mencatat di Bumi Sanggam ada 1.095 usaha mikro, yang menyerap tenaga kerja sekitar 1.967 tenaga kerja.
Lebih lanjut dikatakannya pertumbuhan UMKM di Balangan mencapai 4-5 persen pertahun. Rata-rata UMKM tersebut bergerak di bidang kerajinan tangan dan pengolahan makanan dengan bahan baku lokal.
“Perkembangan UMKM tidak lepas dari kekayaan bahan baku lokal yang beragam, serta dukungan dari pemerintah,” katanya, Kamis (20/8).
Kabupaten Balangan sendiri menurutnya memiliki beragam komuditas unggulan yang bisa diolah menjadi makanan seperti labu, pisang, gula aren, dan komuditi lainnya.
Dari sekian pelaku UMKM di Balangan setidaknya ada tujuh hasil produksi umum yang dijadikan produk unggulan balangan. Ketujuh produk unggulan tersebut disebutkannya yakni anyaman bamban, kerajinan pelapah pisang, sirup gula habang, gula semut, kerupuk waluh, syirup batumandi, kripik pisang talas.
Menurutnya, ketujuh produk yang dihasil oleh UMKM tersebut kedepannya, akan terus didorong untuk pengembangannya, karena prospeknya sangat bagus.
“Selain kualitas yang dihasilkan, sistem manajemen yang dijalankan para pelaku UMKM juga cukup bagus,” katanya.
Dikatakannya, ketujuh produk unggulan ini akan dijadikan sebagai percontohan bagi para pelaku UMKM lainnya terkait tata cara mengelola dan menjalan sebuah UMKM agar bisa bersaing.
“Pemerintah daerah terus mengoptimalkan pembinaan UMKM guna mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, serta penyerapan tenaga kerja lokal,” pungkasnya.
sumber: tribunnews.com
Komentar
Posting Komentar