Pohon kelapa merupakan salah satu komoditas pertanian unggul dan variatif serta berpotensi memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi di Kabupaten Magelang. Hal itu didukung dengan perkembangan teknologi yang semakin maju, studi, dan penelitian untuk diversifikasi produk berbahan baku kelapa yang sudah dihasilkan serta menunjukkan tren positif. "Produk yang dihasilkan juga sangat variatif antara lain produk kesehatan, makanan olahan, produk bahan kimia, produksi konsumsi rumah tangga, dan yang lainnya," terang Bupati Magelang melalui Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Magelang Ir Wijayanti, M.Si saat membuka acara Coconut Expo 2012 di lapangan KUD Sido Makmur Tersangede Salam, Sabtu (11/8). Wijayanti juga menjelaskan, disamping berbagai potensi varian produk yang dapat dihasilkan dari buah kelapa, industri gula kelapa rakyat yang telah menjadi budaya turun temurun di masyarakat pedesaan yang memiliki lahan kebun kelapa juga merupakan nilai tambah di Kabupaten Magelang. Menurutnya, keuntungan materil yang diterima masyarakat pelaku utama gula kelapa yaitu penderes nira kelapa dan pengolah gula kelapa sangatlah kecil dengan adanya standar penetapan standar harga yang sangat rendah atas gula kelapa yang dihasilkan. "Sistem dan budaya industri kelapa rakyat yang telah berlangsung puluhan tahun menempatkan pengrajin gula kelapa dalam posisi yang paling sulit karena tekanan dari pedagang pengepul dan pembeli," katanya. Dia melanjutkan, sumbangsih pemikiran mengenai solusi untuk menaikkan taraf hidup pelaku utama gula kelapa sangat diharapkan, tidak hanya dari kalangan akademisi akan tetapi juga dari masyarakat umum, berupa usulan sistem yang terpadu dalam industri kelapa rakyat dengan menggunakan pendekatan manajemen modern yang disesuaikan dengan kultur budaya masyarakat pedesaan dalam sentra industri gula kelapa. "Menjelang musim hujan nanti sekitar bulan Oktober November, akan ada bantuan kepada gapoktan tersangede yaitu sebanyak 6500 pohon kelapa dari anggaran tugas pembantuan atau dana dekon yang ada di Provinsi. Sedangkan dari kegiatan rehab rekon Pemkab Magelang melalui Dinas Pertanian mengalokasikan sebanyak 1000 bibit pohon kelapa jenis genja entok. Semoga dengan adanya bantuan bibit tersebut bisa memberikan manfaat dan memudahkan bagi masyarakat tersangede," harapnya. Muhamad Nur Kolis, salah seorang panitia coconut expo, mengatakan acara tersebut bertujuan untuk menampilkan produk-produk olahan kelapa maupun produk-produk lainnya agar menjadi produk unggulan di suatu desa. “Selama ini kelapa ini tidak diolah, bagaimana mengembangkan produk baru yang lebih nilai ekonominya”, ujarnya. Coconut expo 2012 sendiri merupakan jilid ke 2 yang mana jilid ke 1 telah dilaksanakan tahun 2010 di tersangede. Ada 11 produk dari kelapa dan non kelapa yang ditampilkan dalam acara itu. Kolis berharap, dengan momen coconut expo warga desa yang melihat dapat mengikuti sekaligus sebagai ajang memperkenalkan dan memasarkan produk kelapa mereka. Sementara itu, DR ILHAM dari UGM berharap kegiatan KKN ke depan merupakan kegiatan yang sinergis antara masyarakat, perguruan tinggi dan juga berbagai lembaga yang terkait seperti dunia usaha, lembaga profesional untuk memajukan masyarakat dengan pendekatan pemberdayaan.
Pohon kelapa merupakan salah satu komoditas pertanian unggul dan variatif serta berpotensi memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi di Kabupaten Magelang. Hal itu didukung dengan perkembangan teknologi yang semakin maju, studi, dan penelitian untuk diversifikasi produk berbahan baku kelapa yang sudah dihasilkan serta menunjukkan tren positif. "Produk yang dihasilkan juga sangat variatif antara lain produk kesehatan, makanan olahan, produk bahan kimia, produksi konsumsi rumah tangga, dan yang lainnya," terang Bupati Magelang melalui Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Magelang Ir Wijayanti, M.Si saat membuka acara Coconut Expo 2012 di lapangan KUD Sido Makmur Tersangede Salam, Sabtu (11/8). Wijayanti juga menjelaskan, disamping berbagai potensi varian produk yang dapat dihasilkan dari buah kelapa, industri gula kelapa rakyat yang telah menjadi budaya turun temurun di masyarakat pedesaan yang memiliki lahan kebun kelapa juga merupakan nilai tambah di Kabupaten Magelang. Menurutnya, keuntungan materil yang diterima masyarakat pelaku utama gula kelapa yaitu penderes nira kelapa dan pengolah gula kelapa sangatlah kecil dengan adanya standar penetapan standar harga yang sangat rendah atas gula kelapa yang dihasilkan. "Sistem dan budaya industri kelapa rakyat yang telah berlangsung puluhan tahun menempatkan pengrajin gula kelapa dalam posisi yang paling sulit karena tekanan dari pedagang pengepul dan pembeli," katanya. Dia melanjutkan, sumbangsih pemikiran mengenai solusi untuk menaikkan taraf hidup pelaku utama gula kelapa sangat diharapkan, tidak hanya dari kalangan akademisi akan tetapi juga dari masyarakat umum, berupa usulan sistem yang terpadu dalam industri kelapa rakyat dengan menggunakan pendekatan manajemen modern yang disesuaikan dengan kultur budaya masyarakat pedesaan dalam sentra industri gula kelapa. "Menjelang musim hujan nanti sekitar bulan Oktober November, akan ada bantuan kepada gapoktan tersangede yaitu sebanyak 6500 pohon kelapa dari anggaran tugas pembantuan atau dana dekon yang ada di Provinsi. Sedangkan dari kegiatan rehab rekon Pemkab Magelang melalui Dinas Pertanian mengalokasikan sebanyak 1000 bibit pohon kelapa jenis genja entok. Semoga dengan adanya bantuan bibit tersebut bisa memberikan manfaat dan memudahkan bagi masyarakat tersangede," harapnya. Muhamad Nur Kolis, salah seorang panitia coconut expo, mengatakan acara tersebut bertujuan untuk menampilkan produk-produk olahan kelapa maupun produk-produk lainnya agar menjadi produk unggulan di suatu desa. “Selama ini kelapa ini tidak diolah, bagaimana mengembangkan produk baru yang lebih nilai ekonominya”, ujarnya. Coconut expo 2012 sendiri merupakan jilid ke 2 yang mana jilid ke 1 telah dilaksanakan tahun 2010 di tersangede. Ada 11 produk dari kelapa dan non kelapa yang ditampilkan dalam acara itu. Kolis berharap, dengan momen coconut expo warga desa yang melihat dapat mengikuti sekaligus sebagai ajang memperkenalkan dan memasarkan produk kelapa mereka. Sementara itu, DR ILHAM dari UGM berharap kegiatan KKN ke depan merupakan kegiatan yang sinergis antara masyarakat, perguruan tinggi dan juga berbagai lembaga yang terkait seperti dunia usaha, lembaga profesional untuk memajukan masyarakat dengan pendekatan pemberdayaan.
Komentar
Posting Komentar