Langsung ke konten utama

Produksi Kolang-kaling, Potensi Dongkrak PAD Rejang Lebong

7-foto A kolang kaling 1
Terjaminnya kualitas kolang kaling dari Curup, Rejang Lebong (RL) tak lagi diragukan. Tak heran, produksi kolang kaling dari Curup tidak pernah putus. Itu juga yang menjadi penilaian Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag) RL, bahwa usaha kolang kaling sangat potensial mendongkak pendapatan asli daerah (PAD).
          ‘’Di RL ini mungkin ada sekitar 20 an pengusaha kolang kaling yang produksinya tidak pernah mutus. Umumnya pola yang digunakan masih tradisional. Ke depan akan kami bina untuk kemudian bisa dikembangkan secara besar-besaran sehingga bisa menunjang PAD kita,’’ ujar Kepala Diskop UKM Perindag RL, Suhandak, SH, MH.
          Sementara bahan baku kolang kaling di RL, cukup berlimpah. Umumnya petani aren hanya terfokus mengelola pembuatan gula merah.        Padahal buah kolang kaling atau lebih dikenal beluluk itu sangat potensi dibuat makanan olahan. Seperti manisan, kolak dan makanan kering yang bisa disajikan tidak hanya di hari-hari besar saja. ‘’Kita lihatlah nanti, kalau anggaran kita bisa menunjang, akan kita bantu para pengusaha kolang kaling ini,’’ terang Suhandak.
          Sementara Itu, Sahidayati (35), pengusaha kolang kaling asal Kelurahan Air Bang, Kecamatan Curup Tengah mengaku di hari biasa produksi yang dihasilkan mencapai 10 kaleng kolang kaling olahan. Produksi itu meningkat pesat di bulan puasa dan lebaran. Harga jual per kaleng Rp 50 ribu. Namun di saat puasa, harga per kaleng bisa di atas Rp 100 ribu.
          ‘’Sementara harga kolang kaling di tingkat petani Rp 10 ribu per tandan. Satu tandang itu bisa menghasilkan 2 kaleng kolang kaling olahan. Kalau dikerjakan dengan serius, usaha ini bisa mendatangkan penghasilan yang tidak kecil. Saya sendiri sudah menggeluti bisnis ini sepuluh tahun lebih. Umumnya warga terkendala modal. Kalau bisa dimodali saya yakin produksi kolang kaling bisa meningkat tajam,’’ tandas Sahidayati. (http://harianrakyatbengkulu.com)




Komentar