Bagi masyarakat Medan kata sambu mungkin tidak
asing ditelinga, sebuah tempat dimana sering terjadi transaksi jual
beli baik itu pakaian, sayuran ataupun buah-buahan, pasar ini tergolong
lengkap, anda dapat menemui berbagai jenis barang disini. Bagian
terdepan ada Medan Mall dan Matahari Dept Store, serta pusat sepatu dan
sandal. Masuk kedalam adalah pusat
penjualan kain, mulai kain tradisional (songket batak/ulos), kain baju
celana, kain batik, kain horden sampai kain dari India Gujarat.
Pedagang kain disini juga mendistribusikan kainnya ke wilayah-wilayah
lain di Sumut (grosir) sehingga anda akan menemui harga yang sangat
murah. Lebih kedalam lagi terdapat pasar untuk bahan-bahan makanan
tepatnya dijalan Sutomo berdampingan dengan sebuah tugu dan gedung
nasional.
Tempat yang begitu lengkap ini juga menyimpan berbagai masalah seperti
jorok, kumuh, macet, copet dan jauh dari kata nyaman. Hal ini
disebabkan semerautnya penataan pajak sambu itu sendiri, dimana para
pedagang berjualan di sembarang tempat seperti di trotoar, pinggir
jalan bahkan banyaknya Pedagang tradisional yang tidak memiliki kios
mendirikan lapak mereka di tengah jalan yang mengakibatkan jalan sutomo
dan sekitarnya menjadi semakin macet dan semeraut.
Saat ini walikota medan yang ke-21 Dzulmi Eldin sedang berusaha untuk mengatasi masalah yang telah lama dihadapi pajak sambu ini dengan sebuah terobosan yang selama ini belum pernah dilakukan, yaitu dengan memindahkan para Pedagang tradisional ke pasar induk Lau Cih kecamatan Medan Tuntungan yang memiliki fasilitas lebih baik. Terobosan ini terbilang berani karena belum pernah dilakukan oleh walikota-walikota sebelumnya, dan kontroversial karena disaat para pejabat publik lain berusaha menarik simpati masyarakat, Eldin malah melakukan gebrakan yang notabenenya merusak citra positif dirinya dimata para pedagang, akan tetapi kebijakan tersebut tetap dilakukan karena sangat menguntungkan masyarakat Medan secara luas. Eldin tidak perduli terhadap pencitraan ditengah trend blusukan saat ini dia justru tetap fokus terhadap tugasnya untuk membenahi kota Medan agar menjadi lebih baik.
Atas hal berani dan Kontroversial yang dilakukannya ini Eldin dapat disebut sebagai walikota setengah gila, karena tidak peduli terhadap tudingan miring yang dilontarkan kepadanya tetapi tetap focus bekerja untuk Kota Medan yang lebih baik. Respect untuk walikota Medan Dzulmi Eldin. (http://sosok.kompasiana.com)
Saat ini walikota medan yang ke-21 Dzulmi Eldin sedang berusaha untuk mengatasi masalah yang telah lama dihadapi pajak sambu ini dengan sebuah terobosan yang selama ini belum pernah dilakukan, yaitu dengan memindahkan para Pedagang tradisional ke pasar induk Lau Cih kecamatan Medan Tuntungan yang memiliki fasilitas lebih baik. Terobosan ini terbilang berani karena belum pernah dilakukan oleh walikota-walikota sebelumnya, dan kontroversial karena disaat para pejabat publik lain berusaha menarik simpati masyarakat, Eldin malah melakukan gebrakan yang notabenenya merusak citra positif dirinya dimata para pedagang, akan tetapi kebijakan tersebut tetap dilakukan karena sangat menguntungkan masyarakat Medan secara luas. Eldin tidak perduli terhadap pencitraan ditengah trend blusukan saat ini dia justru tetap fokus terhadap tugasnya untuk membenahi kota Medan agar menjadi lebih baik.
Atas hal berani dan Kontroversial yang dilakukannya ini Eldin dapat disebut sebagai walikota setengah gila, karena tidak peduli terhadap tudingan miring yang dilontarkan kepadanya tetapi tetap focus bekerja untuk Kota Medan yang lebih baik. Respect untuk walikota Medan Dzulmi Eldin. (http://sosok.kompasiana.com)
Komentar
Posting Komentar