Atty
Suharti saat melakukan pencoblosan dalam Pilwalkot Cimahi 2012, di TPS
20, Kel. Cibabat, Sabtu (8/9) lalu). (DEDE SUHERLAN/JABARTODAY.COM)
BERDASARKAN hasil
rekapitulasi penghitungan suara di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan
(PPK) yang dilangsungkan di tiga kecamatan di Kota Cimahi, Selasa
(11/9/2012), pasangan Atty Suharti-Sudiarto (Pasti) mengungguli empat
pasangan lain yang terjun dalam pemilihan walikota (Pilwalkot) Cimahi,
Sabtu (8/9) lalu. Pasangan yang diusung oleh PPP, PKB, dan Partai Golkar
ini unggul di Kec. Cimahi Utara dan Kec. Cimahi Selatan. Sedangkan di
Kec. Cimahi Tengah pasangan Supiyardi-Encep Saepulloh (Sae) yang
didukung oleh PKS, PDIP, dan PAN mengungguli pasangan Pasti.
Data yang diperoleh dari rekapitulasi di
PPK Cimahi Utara, Pasti unggul di semua kelurahan, yakni Kelurahan
Cibabat dengan raihan 9.882 suara, Citeureup (7.204), Cipageran (8.137),
dan Pasirkaliki (3.860). Jumlah total suara yang diperoleh pasangan ini
29.083 suara.
Di posisi kedua, pasangan Sae menguntit dengah raihan 22.901 suara. Sementara tiga pasangan lainnya, Gantira Kusumah-Bambang Suprihatin (Tiba) memperoleh 2.705 suara, Cecep Rustandi-Eman Sulaeman (Cep-Eman) 8.913 suara, dan Ahmad Ramli Assegaf-Jumadi (Arjuna) 3.123 suara.
Selanjutnya, rekapitulasi suara di PPK Cimahi Selatan, Pasti menempati posisi pamuncak dengan meraih 41.260 suara. Pasti unggul 26 suara dari pasangan Sae yang meraih 41.234 suara.
Di posisi kedua, pasangan Sae menguntit dengah raihan 22.901 suara. Sementara tiga pasangan lainnya, Gantira Kusumah-Bambang Suprihatin (Tiba) memperoleh 2.705 suara, Cecep Rustandi-Eman Sulaeman (Cep-Eman) 8.913 suara, dan Ahmad Ramli Assegaf-Jumadi (Arjuna) 3.123 suara.
Selanjutnya, rekapitulasi suara di PPK Cimahi Selatan, Pasti menempati posisi pamuncak dengan meraih 41.260 suara. Pasti unggul 26 suara dari pasangan Sae yang meraih 41.234 suara.
Sedangkan di PPK Cimahi Tengah, kendati
hanya meraih urutan suara terbanyak kedua, namun jumlah suara yang
diraih pasangan Pasti tetap signifikan. Raihan suara Pasti hanya terpaut
490 suara dari pasangan Sae. Pasangan Pasti memperoleh 28.464 suara dan
Sae 28.955 suara.
Rekapitulasi suara di PPK berbanding
lurus dengan hasil quick count Lembaga Survei Nasional (LSN), yang
dilansir tiga jam selepas pilwalkot, Sabtu (8/9) pukul 16.00 WIB. Hasil
quick count itu menunjukkan, pasangan Pasti mencapai prosentase suara
sebesar 41,32 %. Sedangkan raihan prosentase suara pasangan lainnya, Sae
sebesar 38,14 %, Cep-Eman 11,60 %, Arjuna 4,84 %, dan pasangan Tiba
sebesar 4,11 %.
Tak Ada Firasat
Kendati sejak awal diprediksi akan memenangi pilwalkot, namun sosok Atty Suharti tetap terlihat low profile. Ditemui
menjelang pelaksanaan pilwalkot di TPS 20, Kel. Cibabat, Kec. Cimahi
Utara, Sabtu (8/9), perempuan enerjik itu mengaku tidak ada firasat
apapun seiring keikutsertaannya dalam pilwalkot.
“Bagi saya, semuanya mengalir begitu
saja. Saya hanya yakin, dengan upaya optimal, kita akan meraih hasil
terbaik,” kata perempuan kelahiran 24 November 1955 ini.
Yang pasti, Atty yang kini diembani
amanat memimpin beberapa lembaga, di antaranya Tim Penggerak PKK Kota
Cimahi, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), Yayasan Kanker
Indonesia, PMI, dan Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) ini,
memiliki visi jauh ke depan. Atty menginginkan agar Cimahi lebih baik
lagi pada era lima tahun ke depan.
“Saya ingin bekerja sesuai aturan. Saya
menginginkan kebersamaan dalam membangun Cimahi. Di antara berbagai
komponen bahu-membahu saling membantu,” ujar Atty.
Catatan lain aktivis yang pernah
dinobatkan sebagai Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kota Cimahi
ini, dia sangat intensif menumbuhkembangkan industri kreatif. Salah
satunya pengembangan batik khas Cimahi. Melalui tangan dingin Atty, kini
dikenal tiga motif batik khas Cimahi, yakni kujang, singkong, dan
bambu. (http://jabartoday.com)
Komentar
Posting Komentar