- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Syarifuddin; Rian Nugroho; Sutoro Eko
Date:
2009-03
Abstract:
Inovasi atau Mati:
Rekam Jejak
Kepemimpinan Prof. Winasa Bupati Jembrana Bali
Tim Penulis
Dr. Rian Nugroho (Indonesia Institute for Policy Reform)
Sutoro Eko (Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa)
AA. Gn. Ari Dwipayana (Universitas Gajah Mada)
Syarifuddin, SE., M.Soc.Sc. (Universitas Hasanuddin)
Abstrak Buku
Kebijakan otonomi daerah yang telah digulirkan Pemerintah Indonesia
lebih dari satu dasawarsa, dalam perkembangannya hingga hari ini, masih
mengundang pro dan kontra. Apakah kebijakan otonomi daerah ini perlu
untuk dilanjutkan, atau cukup sampai di sini saja? Demikian pula
beberapa cerdik pandai, melihat kebijakan otonomi daerah yang
diluncurkan Pemerintah Indonesia sejak era reformasi itu masih setengah
matang, bahkan terkesan setengah hati, sehingga masih memerlukan
penyempurnaan di sana sini. Artinya kebijakan otonomi daerah bisa saja
dilanjutkan, tetapi dengan berbagai catatan yang menyertainya.
Di antara daerah-daerah di Indonesia yang tergolong sukses mengemban dan
menerjemahkan kebijakan otonomi daerah, adalah Kabupaten Jembrana,
Bali, dengan sosok bupatinya Prof. Dr. Drg. I Gede Winasa. Bahkan sosok
bupati kontroversial ini, sejak awal kepemimpinannya telah menyatakan
bahwa kebijakan otonomi daerah yang digulirkan Pemerintah Indonesia
sebagai bagian dari agenda reformasi adalah merupakan anugerah bagi
daerah, bukan merupakan malapetaka seperti yang didengungkan oleh
beberapa elit, baik di daerah maupun pusat saat itu.
Penerbitan buku Inovasi atau Mati yang merupakan bunga rampai beberapa
tulisan kritis dari para kaum cerdik pandai Indonesia tentang otonomi
daerah dengan daerah kajian Kabupaten Jembrana ini, diitikadkan sebagai
sumbangsih pemikiran atas penyempurnaan demi penyempurnaan bagi
pelaksanaan otonomi daerah di Indonesia selanjutnya, sekaligus juga
sebagai sebuah pertanggungjawaban moral atas ungkapan yang pernah
dilontarkan Bupati Jembrana, Prof. Dr. Drg. I Gede Winasa, bahwa otonomi
daerah adalah anugerah bukan malapetaka. Selanjutnya, dengan kerendahan
hati, buku ini adalah juga sebagai bagian dari sumbangsih para anak
bangsa terhadap negara yang dicintainya, Indonesia Raya.
Kata Kunci: sektor publik, Bali, Jembrana, dramatugy
Files in this item
This item appears in the following Collection(s)
-
Accountancy (PA-ACC) [27]
Komentar
Posting Komentar