Langsung ke konten utama

Bogor Kaya Kreasi Makanan dari Umbi-umbian


Kedai umbi-umbian "Peuyeum Seuhah" di Jalan Bangbarung, Kota Bogor menjual makanan olahan berbahan dasar umbi-umbian, Sabtu, 18 April 2015.
Kedai umbi-umbian "Peuyeum Seuhah" di Jalan Bangbarung, Kota Bogor menjual makanan olahan berbahan dasar umbi-umbian, Sabtu, 18 April 2015.
Kedai umbi-umbian di Jalan Bangbarung No 1, Kelurahan Tegalgundil, Bogor Utara, Kota Bogor menghadirkan makanan olahan berasal dari singkong, talas, kentang, dan ubi.
Kedai mulai digagas oleh Eyie Dewanto, Virlia Hendari, dan Danti Maharani setahun lalu. Ketiganya terus bereksperimen mengolah bahan umbi untuk menjadi berbagai macam kue. Sebut saja burger talas, schootel singkong,pie umbi, piza umbi, serta cake peuyeum.
Danti mengatakan, selama ini umbi-umbian hanya menjadi makanan lokal yang diolah secara sederhana. "Untuk itu kami tergerak untuk memasarkan makanan alternatif berbahan makanan tradiosional yang belum terolah secara modern," katanya, Bogor, Sabtu (18/4).
Selain mempunyai misi memasarkan produk-produk olahan tradisional, Danti juga menilai sudah saatnya masyarakat luas tidak lagi bergantung pada makanan olahan berbahan tepung terigu. "Dari citarasa dan kandungan gizi, makanan dengan dasar umbi tidak kalah dengan makanan berbahan dasar terigu," katanya. Sementara dalam segi harga juga terjangkau, yaitu di kisaran Rp 7.500 - Rp 40.000 per loyang.
Terkait pengolahan, menurut Eyie tidak jauh berbeda dengan makanan berbahan terigu. Namun dari segi ketahanan, makanan olahan umbi-umbian tidak bisa bertahan lama. "Paling lama dua hari. Tapi itu yang menjadi unggulan kami, bahwasannya kami menjual makanan selalu dalam kondisi fresh," kata Eyie.
Guru besar Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Dr Ir Sugiyono, dalam diskusi ilmiah di Kampus IPB Barangsiang, Kota Bogor beberapa waktu lalu mengatakan selalu mengapresiasi produk-produk olahan berbasis makanan tradisional. "Saat ini masih sedikit produksi makanan olahan berbahan dasar umbi-umbian. Padahal, bahan dasar seperti singkong, talas, ubi melimpah dan mudah di dapat," katanya.
Masyarakat Indonesia saat ini, kata Sugiyono, masing terbuai dengan penggunaan tepung terigu. Padahal terigu merupakan produk impor. (http://www.beritasatu.com/)

Komentar