Agusto Silalahi : Orang Muda yang Akan Jadikan Siantar Hebat

Agusto Silalahi : Orang Muda yang Akan Jadikan Siantar Hebat
Agusto Maniel Silalahi
Orang bisa saja menilai bahwa jam terbang politik yang rendah, sulit memenangkan perhelatan Pilkada. Konon yang akan ikut dalam arena itu, sosok muda, muda dalam usia dan muda dalam aktifitas politik level tinggi.
Tapi barangkali analisa yang muda itu, tak bisa jadi pegangan rigid. Sejumlah sosok muda yang awalnya bukan politisi, bahkan jauh dari hiruk pikuk politik, bahkan berangkat dari latar profesional seperti Ridwan Kamil di Bandung, justru memutarbalikkan analisa itu.
Ridwan sekarang menjadi sosok Wali Kota Bandung yang sangat kencang dalam menjadikan Bandung sebagai kota modern, maju tapi tetap berakar kearifan lokal. Dia adalah sosok muda yang penuh gairah membangun kotanya.
Adakah itu di Pematangsiantar? Setidaknya saat ini, dari sekian figur yang mulai deklarasi maju dalam Pilkada 2015/2016, dilihat dari sudah masuknya figur dimaksud dalam bursa pencalonan di partai politik di Pematangsiantar, ada nama Agusto Maniel Silalahi.
Pria yang lebih banyak berkutat di dunia jasa konstruksi ini, meramaikan bursa wali kota menjelang Pilkada. Lahir di Pematangsiantar, 3 Agustus 1971, pria dengan tubuh lumayan tinggi ini secara resmi sudah memasukkan namanya ke Partai Nasdem dan PDI Perjuangan Pematangsiantar.
Masih muda. Tapi tentu di bidangnya, sosok muda ini sudah sarat pengalaman. Jasa konstruksi bukan pekerjaan mudah, butuh manajemen, butuh kematangan, butuh keberanian, butuh kehebatan dalam mengelolanya.
Lantas apakah bidang yang digelutinya itu kelak bisa jadi modal untuknya mengelola sebuah pemerintahan seperti Pemko Pematangsiantar kelak?
Kenapa tidak, toh semua berpulang pada niat baik membuat kota ini menjadi Hebat, Lebih Baik dan Sejahtera.
Sepatutnya orang muda didorong, didukung dan dimenangkan. Siantar butuh refresh dari para politisi busuk dan korup. Butuh yang fresh, yang punya isi otak dan hati yang masih bisa diberi masukan.
Tak heran dalam visinya, Agusto, yang dipastikan tipikal pekerja ketimbang tipikal bercakap-cakap mengusung Siantar Hebat yang Lebih Baik dan Sejahtera.
Sosok muda yang mempersunting Rina Nurhayati Hutasoit ini, kemudian memeras visinya dalam sebuah misi yang jelas yakni dibagi menjadi 3 tahapan pembangunan yang berjangka antara lain, Tahapan Pembangunan Jangka Pendek seperti reformasi birokrasi, menata kelola manajemen aset (secara khusus terhadap gedung, reklame, daerah milik jalan, trotoar dan DAS).
Ada juga Tahapan Pembangunan Jangka Menengah seperti pembangunan Perguruan Tinggi Negeri atau yang sederajat, pembangunan pasar tradisional kecamatan, pembangunan jalan lingkar luar dst.
Kemudian, Tahapan Pembangunan Jangka Panjang, diantaranya penanganan berkelanjutan jalan lingkar luar (outer ring road), penanganan berkelanjutan kawasan Tanjung Pinggir, penerapan berkelanjutan (suistainable) sistem e-governance di lingkungan satuan kerja perangkat daerah (SKPD), pendidikan dan pelatihan yang berkelanjutan dalam rangka peningkatan kualitas aparatur daerah, dsb.
Pemetaan program dalam tiga tahapan pembangunan yang dilakukan pria yang memiliki 2 putri dan satu putra ini, patut menjadi catatan bagi publik.
Tentu tidak sebatas visi misi dan program kerja, tetapi semangat kemudaan dalam membangun Siantar Hebat yang Lebih Baik dan Sejahtera harus disokong kemampuan dan kompetensi penguasaan masalah di kota kedua terbesar di Sumatera Utara ini.
Agusto barangkali punya sejumlah pengalaman akademik dan empirik baik sejak masih di SMA Negeri 2 Pematangsiantar, mengecap pendidikan Teknik Elektro di Institut Teknologi 10 November (ITS) Surabaya, pun saat menjadi CEO PT Kasena Contractors. (http://www.siantarnews.net)

Komentar